Sering Salah Paham, Inilah Perbedaan Profesi Content Writer dan Copywriter

Sering Salah Paham, Inilah Perbedaan Profesi Content Writer dan Copywriter

Dalam dunia internet marketing, peranan content writer dan copywriter benar-benar penting. Keduanya merupakan posisi yang menjadi ujung tombak sebuah produk untuk digunakan sebagai media pengenalan kepada calon konsumen.

Content Writer :

Copywriter :

Meski sama-sama penulis, ternyata keduanya punya perbedaan yang kontras. Sederhananya, artikel yang dibuat oleh content writer secara umum digunakan untuk memberi informasi serta mengedukasi audience dengan maksud sebagai brand awareness, sedangkan tulisan yang dibuat oleh seorang copywriter bertujuan untuk pemasaran.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan dari keduanya, kita harus tahu dulu pemahaman dari masing-masing profesi. Kenali keduanya dari bentuk tulisan, cara penyampaian, dan faktor-faktor lainnya.

Nah, di artikel kali ini, kita akan mengupas keduanya dari berbagai sisi.

1. Apa Itu Content writer ?

Content writer secara harfiah adalah profesi sebagai seorang penulis artikel. Namun Artikel yang dibahas disini lebih ke artikel kebutuhan blog, website, atau situs lainnya dengan penulisan menggunakan jumlah kata yang realtif lebih panjang dibandingkan dengan Copywriter.

Contoh artikel content writer bisa dilihat dari tulisan yang kami buat ini. Artikel ini termasuk jenis tulisan content writer. Isinya memuat sebuah tulisan informatif dengan tujuan memberikan edukasi.

Umumnya ketika kita membaca artikel yang berkatian tentang satu topik, artikel tersebut membahasnya secara mendetail dengan didukung riset dan informasi berdasarkan fakta, namun tetap dibalut dengan penyampaian yang menarik, asyik dan nyaman untuk dibaca.

Fungsi Artikel dari Content Writer

Fungsi utama dari sebuah artikel yang ditulis oleh content writer adalah untuk memberikan informasi dan edukasi sesuai dengan apa yang pembaca cari. Oleh karna itu artikel yang dibuat harus relevan dengan topik yang akan dibahas, memberikan informasi berdasarkan fakta dan riset serta tidak bertele-tele dalam penyampaiannya.

Content writer juga bertanggung jawab dalam peningkatan traffic suatu website berdasarkan artikel yang mereka buat.

Segala macam optimasi yang dilakukan meliputi pemilihan judul yang menarik, riset berdasar fakta, SEO Friendly dan menyertakan keterkaitan dengan konten-konten lain menjadi kunci untuk menarik pengunjung situs.

Oleh karna itu Content writer harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Berwawasan luas
  • Kreatif
  • Memiliki kemampuan untuk melakukan riset
  • Membuat keyword yang pas

Dengan bekal kemampuan tersebut, seorang penulis artikel dituntut untuk bisa membuat artikel informatif yang berkualitas, sehingga dapat bersaing dengan konten-konten lain yang ada di luar sana.

Pemanfaatan Content Writer untuk marketing

Tidak jarang pemanfaatan artikel yang dibuat oleh seorang content writer ditujukan sebagai media promosi. Namun promosi disini bukan dalam tanda kutip “promosi secara agresif”.

Content writer sering menggunakan artikel mereka sebagai media soft selling suatu produk atau jasa.

Soft Selling sendiri secara singkat dapat diartikan sebagai usaha promosi suatu produk atau jasa tanpa menargetkan ke konsumen secara langsung, melainkan menggunakan cara yang bersifat informatif dan edukatif mengenai topik yang berkaitan dengan produk tersebut.

Sehingga membuat konsumen merasa ingin lebih tahu mengenai produk yang dijelaskan, tanpa ada penawaran secara langsung dari penulis.

Penyertaan promosi pada sebuah artikel tidak semata berisi penjelasan secara dominan mengenai produk yang dipromosikan.

Tapi justru harus memiliki tujuan utama untuk mengedukasi dengan memberikan informasi yang jelas berdasarkan fakta dari hasil riset, dan menjadikan promosi produk sebagai bagian kecil yang disisipkan pada artikel tersebut.

2. Apa Itu Copywriter ?

Sekilas memang terlihat sama antara profesi Copywriter dan Content Writer. Tapi, yang membedakan adalah bentuk tulisannya. Profesi copywriter erat kaitannya dengan promosi dan pemasaran, tanpa memandang jumlah kata pada setiap tulisan yang dibuat.

Tulisan seorang copywriter harus mampu membuat pembaca merasa tertarik untuk membeli atau menggunakan jasa yang di promosikan.

Copywriting menggunakan pemilihan kata yang unik dan menarik sehingga memiliki kesan ajakan kepada pembaca serta menimbulkan rasa keingintahuan lebih kepada produk atau jasa yang dipromosikan.

Penulisan kontennya tidak terpatok pada minimal jumlah kata serta tidak membutuhkan riset yang mendetail selain untuk mengenalkan dan mempromosikan produknya.

Fungsi Copywriting

Fungsi utama dari tulisan yang dibuat oleh seorang Copywriter adalah sebagai media promosi dengan memfokuskan setiap kalimat yang dirancang untuk bisa menarik pembaca agar lebih tertarik dengan produk atau jasa tersebut.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, gaya tulisan copywriter lebih ke bentuk persuasif (ajakan). Sehingga seorang copywriter harus memiliki kemampuan memainkan kata-kata, merancangnya ke dalam bentuk kalimat yang unik dan menarik.

Selain itu, Teknik yang digunakan dalam penulisan Copywriting memiliki ketentuan tersendiri guna mendapatkan rasa interest dari si pembaca.

Nah secara umum stuktur pembuatan tulisan copywriting harus memiki poin-poin berikut.

  • ATTENTION : Artinya bisa mendapat perhatian pembaca Ketika pertama kali dilihat (First Impression).
  • INTEREST : Bisa menimbulkan rasa ketertarikan yang muncul dari si pembaca.
  • DESIRE : Berkembang dari rasa ketertarikan dan akhirnya timbul keinginan untuk lebih tahu mengenai produk atau jasa tersebut.
  • ACTION : ada tindakan yang dilakukan oleh pembaca setelah ketiga poin diatas menghasilkan respon positif dari pembaca.

Dengan menggunakan poin-poin diatas, penulisan copywriting akan terstruktur dengan baik dan rapi sehingga memudahkan pembaca mengerti secara jelas dengan apa yang dipromosikan.

Pemanfaatan copywriting

Karna kriteria copywriting sebagai media promosi tentu sangat erat kaitanya dengan iklan brosur, slogan, banner, bahkan caption yang ada di sosial media banyak sekali yang menggunakan teknik Copywriting.

Dimana seperti banyak yang kita temui di sosial media, postingan berupa caption, status, judul konten, dan gambar iklan di berbagai sosial media banyak sekali menggunakan teknik copywriting untuk bisa mempromosikan ke pembaca dengan bentuk kalimat yang menarik.

Sehingga ketika kita membacanya timbul rasa tertarik dan ingin tahu lebih banyak.

Pasti kita pernah bukan melihat caption atau iklan di instagram yang ketika kita lihat postingan tersebut merasa tertarik dan akhirnya memutuskan untuk melihat profil akun dari iklan tersebut untuk sekedar ingin tahu tentang produk yang dipromosikan tersebut ?

Nah teknik semacam inilah yang menjadi kunci utama seorang copywriter dalam setiap pembuatan tulisan.

3. Perbedaan Content writer dan Copywriter

Dari penjelasan di atas, maka kita bisa menarik kesimpulan. Ada beberapa perbedaan yang jelas antara keduanya, yaitu :

  • Jenis tulisan content writer bersifat informatif, sedangkan copywriter bersifat persuasive (ajakan).
  • Tulisan content writer dibuat semenarik mungkin, menghibur, informatif, dan memikat audiens agar berlama-lama di website. Sedangkan tulisan copywriter lebih berfokus ke memikat pembaca dengan bertujuan untuk mengiklankan atau mempromosikan produk.
  • Content writer membuat artikel yang informatif hasil dari melakukan riset secara mendalam. Sedangkan, copywriter membuat tulisan sesuai dengan brief atau ketentuan dari produk yang akan dipromosikan. Copywriter harus meriset apa saja keunggulan produk agar bisa ditonjolkan.

3 poin di atas merupakan perbedaan yang paling mendasar antara keduanya. Dengan begitu, kini Anda tidak akan salah dalam membedakannya.

Meski sama-sama penulis, gaya bahasa keduanya berbeda. Begitu juga dengan tujuan tulisan yang dibuat oleh masing-masing pun berbeda.

Nah, itulah perbedaan antara artikel content writer dan copywriter. Profesi keduanya berperan sebagai garda terdepan dalam pemasaran di dunia digital marketing. Secara tidak langsung, mereka berperan secara face to face dengan customer.

Meskipun melalui sebuah tulisan, kedua profesi ini mampu menjaring banyak customer dan membantu pemasaran perusahaan.

Sampai disini dulu pembahasan kita kali ini, semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa bagikan ya, agar semakin banyak orang yang paham dengan perbedaan content writer dan copywriter.

Tinggalkan Balasan